Iklan

Mengenal 4 Upacara Kelahiran Bayi di Indonesia

Untuk menandakan lahirnya seorang bayi, suku-suku etnis ini memiliki cara yang bermacam-macam. Ada berbagai macam tradisi yang perlu kita ketahui di Indonesia dalam merayakan kelahiran seorang bayi baik itu bayi laki-laki maupun perempuan.

Mengenal 4 Upacara Kelahiran Bayi di Indonesia

Pada kesempatan kali ini cararudi akan membahasnya, Berikut ini kita akan membahas berbagai macam upacara kelahiran bayi yang ada di Indonesia.

1. Upacara kelahiran bayi di Jawa

Di Jawa biasa disebut dengan acara brokohan. Acara brokohan biasa adalah ungkapan rasa syukur dari kelahiran seorang bayi. Kegiatan upacara ini umumnya diiringi dengan memendam ari-ari / plasenta atau tali pusar ke dalam tanah, sebab dengan begini diyakini bisa memeberikan keselamatan kepada jabang bayi.

Kegiatan dilanjutkan dengan membagikan makanan kepada para tetangga atau sanak saudara. Ketika ai bayi sudah berusia 5 hari, maka akan diadakan upacara adat yang dikenal dengan nama Sepasaran.

Upacara ini biasanya membagikan jajanan pasar beserta minuman segar kepada para tetangga. Selapanan adalah upacara kelahiran seorang bayi jika bayi tersebut menginjak usia tiga puluh lima hari. Di dalam acara selapanan, biasanya para tetangga disajikan makanan tumpeng dan jajan pasar yang disimbolkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tedak Siten atau yang biasa disebut turun tanah dalam bahasa Indonesia dilakukan dengan cara meletakkan kaki bayi di atas tanah dan ia disuruh memilih salah satu dari barang-barang yang sudah diletakkan disekitarnya. Upacara yang diperuntukkan untuk bayi berusia tujuh bulan ini disimbolkan bahwa anak tersebut sudah siap menjalani hidup dengan tuntunan orang tua.

2. Upacara kelahiran bayi di Kalimantan Selatan, Banjar

Upacara kelahiran bayi yang biasa diadakan di banjar, Kalimantan Selatan biasanya dinamakan dengan Baayun Mulud. Makna ini diambil dari kata Baayun yang berarti mengayun dan Mulud yang berarti maulid atau kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Cara Root Realme 3 / Pro Tanpa PC Terbaru

Jadi, upacara kelahiran ini ditujukan kepada bayi yang berusia 0-5 tahun dan diadakan setiap maulid  Rasululullah SAW. Upacara adat yang bermakna mengayun anak ini disimbolkan sebagai wujud dakwah agar kita senantiasa mengikuti ajaran dan panutan Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk rasa syukur terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW yang merupakan nabi pembawa rahmat bagi sekalian alam.

3. Upacara kelahiran bayi di Sulawesi

Upacara adat kelahiran bayi yang biasa dilaksanakan di Palu ini biasa disebut dengan Upacara Moana.

Upacara Moana ini terdiri dari dua kegiatan. Kegiatan pertama adalah upacara pemotongan placenta atau yang biasa disebut dengan upacara pemotongan tumbuni dalam bahasa Sulawesi, dan dilanjutkan dengan perawatan placenta, bayi naik ayunan hingga bayi mulai menginjak tanah.

Setelah kelahiran si Bayi, maka salah satu Topopanuju (dukun bayi) akan menaikkan bayi itu di ayunan yang sudah disediakan, yang disebut Umbu.

Bayi yang diikutsertakan dalam upacara adat ini biasanya berusia tiga sampai tujuh hari. Agenda waktu perencanaan dan penyelenggaranya biasanya ditentukan oleh Topopanuju itu sendiri sekaligus membantu dalam mempersiapkan umbu atau ayunan.

4. Upacara Kelahiran Bayi di Bali

Masyarakat Bali menyebut upacara adat kelahiran di bali dengan nama Jatakarma Samskara.
Acara upacara kelahiran bayi ini diisi dengan sekumpulan doa agar bayi tersebut emiliki masa depan yang baik.

Ritual ini dilakukan dengan cara mendekatkan bayi pada sang ayah dan sang ayah diharuskan mencium dan menyentuh bayinya sambil membacakan doa di dekat telinga bayi yang baru lahir. Karena masyarakat Bali sebagian besar beragama Hindhu, biasanya sang ayah membacakan mantra serta doa pemberkatan di dekat telinga bayi.

Baca Juga: Cara Memperbaiki Layar HP Tidak Bisa Disentuh (Touchscreen Error)

Dalam proses upacara Jatakarma tersebut, tali pusar bayi tidak boleh terputus dahulu. Jika tali pusar terlanjur lepas, maka dibuat suatu upakara untuk mensucikan bangunan-bangunan ibadah yang ada di wilayah sekitar.

Sebagai bentuk rasa syukur, dalam upacara ini biasanya akan tersaji nasi tumpeng san lauk pauk yang disebut dengan rerasmen dan juga buah-buahan. Dalam acara mendem atau menanam ari-ari, biasanya salah satu anggota keluarga tertua memasukkan arti-ari yang sudah dibersihkan tersebut ke dalam kendi atau kelapa.

Lalu, memendammnya agar roh yang menjelma pada si jabang bayi tersebut memperoleh keselamatan.

Pada atas kendi atau kelapa yang sudah diisi oleh ari-ari biasa ditulis dengan OM KARA (OM) dan pada bagian dasar kendi atau bawah kelapa biasa ditulis dengan AH KARA (AH) tentunya dengan aksara Bali.

Demikian

Itulah beberapa upacara adat kelahiran bayi yang ada di Indonesia yang ditulis oleh Senipedia, yang diambil dari beberapa sumber artikel lainnya.

Masih banyak lagi upacara adat daerah yang belum sempat dibahas dalam artikel ini. Pada intinya, semua tujuan upacara adat bayi ini sama yaitu mengharapkan bayi tersebut memiliki harapan dan masa depan yang bagus.
DONASI VIA OVO Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain cararudi.id. Terima kasih.

0 Response to "Mengenal 4 Upacara Kelahiran Bayi di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel